Beberapa Tantangan Mempertahankan Bisnis Keluarga

Seperti yang dijelaskan di , sebuah branding bakal menjadi hal yang sangat penting karena akan merepresentasikan bisnis Anda secara keseluruhan. Namun selain banyak nilai positifnya, bisnis bersama keluarga juga memiliki kekurangan yang patut diperhatikan, khususnya bagi anda yang ingin memulai dan membuka bisnis. Meskipun bersama keluarga, terkadang terjadi sesuatu hal yang menyebabkan sesuatu menjadi semacam batu kerikil. Dalam beberapa kasus, karena adanya rasa kekeluargaan, terkadang ada satu dan beberapa associate yang cenderung seenaknya dalam menjalankan bisnis. Sehingga muncul rasa nggak enakan pada associate lain untuk menegurnya karena tidak enak dan masih keluarga sendiri. Adanya standar dan kode etik membantu seseorang menghasilkan keputusan rasional dalam melayani sesama karyawan dan pelanggan.

Mempelajari dunia bisnis itu tidak seperti belajar seperti perkuliahan, yang harus tau apa definisinya, bagaimana implementasinya, dan bagaimana sejarahnya. Perlu diingat, kalau belajar bisnis, pelajari bagaimana ritme dan alurnya, goal Slot Terbaru jangka panjang dan pendeknya, lalu perkaya inovasinya. Lakukan persiapan ini dengan baik agar semakin besar peluang bisnis Anda untuk bertahan dan tetap exist.

Jika posisi Anda adalah Direktur Eksekutif, Anda tidak perlu merasa lebih rendah dari paman Anda yang memegang posisi Sales Manager. Ingatlah bahwa setiap anggota keluarga yang bekerja dalam bisnis keluarga harus menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik. Sebelum memulai menjalankan bisnis keluarga, apapun bentuknya, Anda perlu membuat analisis SWOT . Analisis tersebut diperuntukkan bagi setiap anggota keluarga yang akan bergabung dalam bisnis ini.

Bisnis dengan keluarga

Pasalnya, mayoritas generasi muda tak lagi merasa relevan dengan model bisnis keluarga. Tetapi perlu digarisbawahi, biarpun isi dari manajerial tersebut adalah keluarga sendiri. Anda harus memilih, anggota keluarga yang memang memiliki keahlian atau minat sesuai dengan posisinya. Biasanya, bisnis keluarga yang masih tradisional tak memiliki manajerial yang jelas. Pendiri bisnis, atau manajer bisa saja memiliki tanggung jawab yang banyak untuk mengelola pekerjaan sehari-hari. Oleh karena sifat fleksibilitas dan adaptasinya, bisnis keluarga lebih mudah dalam memanfaatkan ceruk pasar dibandingkan dengan bisnis non keluarga.

Meski demikian, banyak perusahaan keluarga yang mengabaikan tata kelola sehingga mengakibatkan bisnisnya memiliki risiko. Sebagai tambahan, dengan memisahkan pribadi dengan profesional akan membuat pemilik bisnis lebih fleksibel dalam membuat keputusan di tempat kerja. Gary meyakinkan ayahnya untuk membuat website (winelibrary.com), menggunakan email dan content advertising, dan mencoba Google Adwords untuk meningkatkan penjualannya. Gary bahkan berhasil menaikkan jumlah penjualan, dari 3 juta USD menjadi 60 juta USD, hanya dalam waktu 5 tahun. Jangan berpikir bahwa ketika mengembangkan sebuah bisnis keluarga, semua hal dalam bisnis Anda harus berhubungan dengan keluarga.

Sebelum memulai bisnis dengan keluarga, pastikan kamu sudah mempersiapkan job desk yang jelas di antara kalian. Saat Rudolf dan keluarganya ingin masuk ke tempat penampungan bom, sudah ada Adi dan istrinya. “Para bajingan kotor kembali lagi,” kata Adi, sebenarnya ditujukan pada pesawat Sekutu. Sayangnya, kesalahpahaman komunikasi ini tidak pernah diperbaiki…Akhirnya pada 1948, kakak-beradik ini berseteru dan pecah kongsi.

Keluarga Hartono menjalankan Grup Djarum dan memegang saham di Bank Central Asia, Djarum Black Mild, Grand Indonesia, Sarana Menara Nusantara, dan industri kelapa sawit. Kini Djarum, yang telah dimulai oleh ayahnya, tengah dijalankan oleh Victor, anak dari Budi Hartono. Sedangkan anaknya yang lain, Arman d, menjadi direktur BCA, serta anaknya yang ketiga berinvestasi di startup. Baik Djarum maupun Gudang Garam sadar bahwa industri rokok semakin ditekan.

Bisnis keluarga yang bisa bertahan dan berkembang beberapa dekade mampu menyeimbangkan karakteristik kedekatan dan perhatian yang khas dimiliki bisnis keluarga dengan standar operasional prosedur dan proses yang dikodifikasi. Di samping sedikit bisnis keluarga yang bisa bertahan tersebut, ada banyak kasus di mana bisnis keluarga tidak bisa bertahan antar generasi. Sekitar 50% perusahaan yang berdiri di sana hanya bertahan selama 5 tahun, 25% bertahan selama satu dekade, dan hanya 16% yang bertahan antar generasi. Tidak usah jauh-jauh mencari inspirasi mendirikan kerajaan bisnis keluarga. Di Indonesia, ada banyak perusahaan besar yang berawal dari usaha keluarga rumahan, bahkan dengan pabrik produksi ala kadarnya.

Pertama, survival merupakan ukuran minimum kesuksesan perusahaan dan prasyarat bagi indikator kinerja bisnis lainnya, seperti pertumbuhan, profitabilitas, pangsa pasar, dan lain-lain . Stafford, et al. menegaskan bahwa bisnis harus survive agar dapat sukses. Kedua, prinsip ‘going concern’ dalam bisnis, terutama akuntansi, menyatakan bahwa sebuah organisasi bisnis didirikan dengan maksud untuk hidup selamanya (Kieso, et al., 2010). Implikasinya, kelanggengan perusahaan merupakan hal esensial bagi investor, kreditor, pemilik, manajer, karyawan, pelanggan, pemerintah, dan stakeholder lainnya. Keempat, fakta empiris menunjukkan bahwa terjun ke sebuah bisnis tampaknya relatif gampang, namun bukanlah hal mudah untuk bertahan hidup . Hal penting lain dalam strategi menjalankan bisnis warisan adalah menjaga komunikasi antar generasi atau saling terbuka.

Selain itu, masih ada faktor kedekatan keluarga yang terkadang susah untuk membuat suasana bisnis seprofesional bisnis perusahaan. Bisnis keluarga yang bertahan memiliki perencanaan suksesi jangka panjang yang strategis. Kemampuan untuk merencanakan penerus pimpinan perusahaan sangat menentukan kesuksesan perusahaan di masa depan. Dalam proses ini, perusahaan perlu untuk menghilangkan persepsi di antara karyawan non-keluarga bahwa pemipin berikutnya hanya mendapatkan posisi tersebut karena koneksi keluarga.

Loafan