5 Alasan Kenapa Kamu Harus Menetapkan Tujuan Hidup

Dalam perumusan tujuan seperti ini, perlu diperhatikan agar penerima manfaat yang hendak dicapai haruslah “realistis”, baik ditinjau dari kemampuan sumberdaya maupun dapat memecahkan semua permasalahan sampai tuntas, tetapi dapat dirumuskan secara bertahap dengan target-target realistis. Metode ini menekankan adanya peran serta aktif dari masyarakat dalam merencanakan pembangunan mulai dari pengenalan wilayah, pengidentifikasian masalah sampai penentuan skala prioritas. Model perencanaan yang dilakukan didominasi oleh proses lobi-lobi politik yang sempit, tidak menggunakan pendekatan ilmiah dalam aktifitasnya. [newline]Terkait dengan ruang dan batas wilayah yang dikenal sebagai perencanaan nasional , regional (berskala daerah/wilayah), perencanaan tata ruang dan tata tanah . Perencanaan mencegah kesalahpahaman tentang tujuan akhir, dan mengembangkan kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan maupun yang tidak dirasakan.

Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut. Pemimpin dapat bersifat laksana Bulan , yang mempunyai sifat indah, sejuk, menawan dan mampu menerangi kegelapan. Sebagai seorang pemimpin hendaknya dapat memberikan keteduhan dan ketentraman batin bagi anak buahnya, dapat memecahkan persoalan yang dihadapi bawahannya baik itu persoalan yang dihadapi bawahannya baik itu peroalan dinas maupun pribadi.

Misalnya saja kehidupan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dipengaruhi oleh agama Hindu, sehingga budaya yang berkembangpun budaya Hindu begitupun kehidupan kerajaan Islam di Indonesia. Mengutip dari Kakawin Sutasoma , pengertian Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan bidang kepercayaan juga anekaragam agama dan kepercayaan di kalangan masyarakat Majapahit. Sementara dalam lambang NKRI, Garuda Pancasila, pengertiannya diperluas, menjadi tidak terbatas dan diterapkan tidak hanya pada perbedaan kepercayaan dan keagamaan, melainkan juga terhadap perbedaan suku, bahasa, adat istiadat dan beda kepulauan dalam kesatuan nusantara raya. Berdasarkan penjelasan tentang isinya Pembukaan UUD 1945 yang termuat dalam Berita RI tahun II No. 7, Pembukaan UUD 1945 mengandung pokok-pokok pikiran yang meliputi suasana kebatinan Negara Indonesia serta yang mewujudkan suatu cita-cita hukum dengan menguasai dasar tertulis maupun tidak tertulis. Adapun pokok-pokok pikiran tersebut diwujudkan dalam pasal-pasal UUD 1945 sebagai sumber hukum positif Indonesia.

Membuat suatu tujuan dalam hidup

Berangan-angan hanya akan membuang waktu dan hal tersebut merupakan salah satu bentuk godaan setan untuk menyesatkan manusia, oleh karena itu hendaknya kita segera memohon ampun ketika terjebak dalam angan-angan kosong tersebut. Menyelenggarakan penelitian yang menghasilkan IPTEK kedokteran gigi yang mengacu pada unggulan universitas, kebutuhan prioritas masyarakat lokal dan daerah serta pembangunan nasional. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dan menyebarluaskan IPTEK kedokteran dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama pada penyakit-penyakit di daerah sungai dan pertambangan. Memantapkan penyelenggaraan pendidikan sebagai teaching college dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten, bermoral dan beretika dalam bidang pengelolaan penyakit dan komunitas di daerah sungai dan pertambangan sebagai pendukung pembangunan nasional. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi serta meng­upayakan penggunaannya untuk pembangunan kehutanan khususnya, 20 judul penelitian diterbitkan dalam jurnal ilmiah per tahun. Menyelenggarakan penguatan tata kelola universitas berdasarkan tata kelola universitas yang baik , mengembangkan kelembagaan, meningkatkan kualitas SDM dan sarana prasarana.

Tentu dalam hal ini keterkaitan antara suatu perilaku dengan konsekuensi yang menyertainya harus terjadi secara konsisten untuk suatu jangka waktu tertentu sebelum pola perilaku yang diinginkan dapat terbentuk. Tanpa adanya konsistensi ini maka perilaku yang diinginkan tidak akan dapat terbentuk. Pada tahapan ini dasar yang menjadi pegangan dalam bersikap dan bertingkah laku adalah pujian dan hukuman yang diberikan oleh lingkungan. Sebaliknya, perbuatan yang mendatangkan pujian atau hadiah akan cenderung diulang. Agar dapat memilih atau menentukan benda atau jasa yang bisa di gunakan dalam memenuhi kebutuhan.

Loafan